Selasa, 08 Februari 2011

Tentang Cita - Cita



Sini siniiiii Ammi ceritain tentang cita - cita...

Waktu kecil, Ammi dikasaih tahu kalau cita-cita itu, "mau jadi apa nanti". Ya sudah, Ammi jawab saja seperti yang orang lain jawab. Hari ini mau jadi Pilot, besok jadi Insinyur, lusa berubah pengen jadi Astronot. Padahal Ammi ngga ngerti apa sih sebenernya Pilot, Insinyur, atau Astronot itu? Kenapa orang-orang mau jadi seperti itu?

Semakin besar, jujur saja, Ammi tidak pernah punya cita-cita yang mutlak. Sampai akhirnya, setelah melewati perjalanan, pengalaman, dan pemikiran panjang, akhirnya Ammi sadar, bahwa yang namanya cita-cita itu tidaklah sesempit itu. Cita-cita itu keinginan terbesar kita yang ingin kita raih. Kita tidak diharamkan memiliki banyak cita-cita, koq. Yang pasti, kita harus punya cita-cita yang tinggiiiii sekali. Jangan tanggung-tanggung! Karena orang yang memiliki cita-cita 10, paling tidak ia akan mendapatkan 8. Sedangkan orang yang hanya memiliki cita-cita 7, ia hanya akan mendapatkan 5. :)

Ammi, baru sungguh-sungguh merancang cita-cita disaat kuliah. Setelah Ammi sudah memilih Hubungan Internasional sebagai fokus. Ammi, ingin bisa bekerja sebagai diplomat di KBRI entah dimanapun yang penting di luar negeri. Tapi, setelah tahu seleksi ketat yang sulit, ya sudah Ammi ubah cita-cita Ammi menjadi istri diplomat saja.. hahaha.
Setelah itu, Ammi sempat kepikiran untuk menjadi seorang Presiden. Tapi Uu tidak mau punya presiden perempuan, Mama Teteh juga melarang Ammi jadi presiden. Ya sudah, Ammi berubah haluan. Jadi Istri Presiden saja lah...
Dan cita-cita Ammi ini seringkali ditertawakan orang. Tapi biar saja, pencapaian cita-cita itu kan berproses. Paling tidak, Ammi sekarang sudah jadi IStri dari sang pengabdi negara. Abu yang shalih. Alhamdulillah... :)

Kamu, nanti jangan tanggung-tanggung ya, bercita-citalah setinggi mungkin! Ngga perlu malu, ngga usah peduli sama orang, yang penting jangan lupa satu, niatkan untuk ibadah hanya untuk Allah SWT.. :)